AMSTERDAMTO PARIS WITH LOVE Tour 10 hari 8 malam ini menyajikan keindahan daerah wisata yang menjadi ikon di Eropa. Dari kota bendungan Amsterdap yang sebenarnya terletak 2meter di bawah permukaan laut, Anda akan di buat terpesona dengan keindahan di balut tektologi nya yang menyatu dengan artsitektur tata kota, kemudian menuju kota mode dunia yang tekenal dengan meara Eifelnya, dengan
Volendammerupakan sebuah desa yang ada di Amsterdam. Volendam terkenal dengan kincir anginnya. Akses menuju ke Volendam sepertinya cukup susah dengan transportasi biasa. Mungkin yang terkenal disini adalah arena foto foto menggunakan pakaian khas Belanda. Yup, ternyata disinilah letak studio2 foto tersebut. Kami sempat ngintip ngintip
Hariini terakhir di Belanda. Pilihannya saat itu antara pergi ke Zaansche Hans (desa kincir angin, 21 km dari Amsterdam) atau Volendam (kota Nelayan kuno, 20 km dari Amsterdam dan juga tempat foto dengan baju Belanda). Berhubung gw perginya sendiri banget, kayaknya kok agak geje ya kalau foto pakai baju belanda sendirian, hehehe.
Vay Tiáťn Nhanh. Family Picture Pagi itu waktu setempat kami berangkat dari hotel menuju desa Kincir Angin Zaanse Schans. Karena kami tidak dapat makan pagi dari hotel, kami pun mencari makan di Zaandam. Zaandam station Dari Golden Tulip Amsterdam West Hotel seperti biasanya kami naik tram dulu 1x ke stasiun kereta Amsterdam Sloterdjik. Setelah itu kami naik kereta Sprinter ke Zaandam. Karena kami sudah mempunyai Amsterdam & Region Travel Ticket, kami tidak perlu lagi membeli tiket kereta. Perjalanan dari Sloterdjik ke Zaandam membutuhkan waktu hanya 6 menit saja. Begitu sampai di Zaandam, kami langsung disambut oleh angin yang kenceng banget dan udara yang dingin. Kami pun segera mencari cafe untuk makan pagi. Akhirnya kami memilih sebuah cafe yang bernama Wonderâs To Go. Setelah mengganjal perut, kami pun menikmati keindahan bangunan unik yang ada di Zaandam ini. Persis di depan cafe, ada satu hotel yang bangunannya unik sekali, seperti rumah yang bertumpuk-tumpuk. Pastikan kamu foto-foto di depan hotel ini ya, karena hotel ini merupakan salah satu hotel yang paling unik di Di Zaandam memang ada begitu banyak bangunan unik yang Instagrammable banget. Sayangnya karena anginnya yang super kenceng dan dingin banget, saya pun cuma jepret jepret asal doang dan hasil foto nya kurang maksimal Ÿâ˘Â Unique buildings in Zaandam Inntel Hotel, one of the worldâs most unusual and unique hotel Tidak mau berlama-lama disini, kami pun segera masuk ke dalam stasiun untuk melanjutkan perjalanan kami ke Zaanse Schans, yang merupakan desa kincir angin di sebelah utara nya Zaandam. Zaanse Schans adalahĂ gambaran kehidupanĂ BelandaĂ pada abad 18 dan 19. Perumahan hingga kincir anginnya masih lestari hingga saat ini. Zaanse Schans Dari Zaandam ke Zaanse Schans kami naik Sprinter lagi dan memakan waktu sekitar 5-10 menit. Sesampainya di Zaanse Schans kami jalan menyusuri perumahan, pabrik coklat, dan kami juga menikmati awal musim gugur yang dedaunannya sudah mulai berwarna kuning. Cuaca saat itu juga bagus, walau anginnya kencang dan awannya mendung, namun ada matahari nya. Otw Zaanse Schans Setelah melewati sebuah jembatan, kami pun tiba di kawasan wisata Zaanse Schans nya. Disini kita bisa mengunjungi pabrik keju, coklat,Ă sepatu clogs khas Belanda, toko souvenirs, bahkan ada juga toko yang menjual barang-barang antik dan unik. Zaanse Schans ini merupakan desa kecil nan indah. Saya suka menjelajahi tiap sudut di Zaanse Schans. Tidak terasa sudah 2 jam kami keliling desa Zaanse Schans ini. Karena waktu yang sudah menunjukkan sekitar waktu setempat, kami pun segera balik ke Amsterdam lagi untuk makan siang. Zaanse Schans In front of the museum of Dutch watch and Clook in Zaanse Schans Random pic I took when in Zaanse Schans. According to a Dutch friend, âVREDEâ in Dutch means âPeaceâ Antique things I found in Zaanse Schans Traditional Dutch shoes / clogs Some pics of mine and my family in Zaanse Schans Ÿâ˘â Dari Zaanse Schans sebetulnya ada bus yang langsung ke Volendam yaitu bus no. 891. Tapi bus ini hanya beroperasi dari tanggal 16 Juli sampai 28 Agustus jam 10am â 3pm, setiap 20 menit sekali. Info lengkapnya bisa dicek disini. Karena kami kesananya bulan Oktober, jadi tidak ada transportasi langsung dari Zaanse Schans ke Volendam. Oleh karena itu kami harus ke Amsterdam dulu baru melanjutkan perjalanan ke Volendam. Kami pun naik Sprinter lagi, dan memakan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di Amsterdam. Siang itu kami mencari makan siang di area Amsterdamâs China Town. Teman kami yang orang Belanda menyarankan kami makan di restaurant Thailand favorit dia, yang bernama Thaise Snack Bar Bird. Namun karena tempatnya kecil, kami tidak dapat tempat duduk disini. Untungnya diseberang jalan terdapat sister restaurant nya yang bernama Bird Thais Restaurant. Bedanya di restaurant ini tempatnya lebih besar dan harganya juga lebih mahal, tapi katanya makanannya sama-sama enak. Amsterdamâs China Town Saya pun seperti biasanya memesan Pad Thai, dan ini adalah Pad Thai terenak yang pernah saya makan. Porsi nya besar sekali, ini harusnya untuk porsi 2 orang, tapi karena enak banget saya hampir bisa menghabiskannya. Saya rasa porsi segitu dengan rasa yang luar biasa enak sangat pantas juga dengan harganya, yaitu 15 Euro atau sekitar Thaise Snackbar Bird Bird Thais Restaurant Setelah puas makan siang di Restaurant Thailand tersebut, kami pun segera menuju stasiun Amsterdam Centraal dengan berjalan kaki. Sesampainya di Amsterdam Centraal, kami mencari halte bus yang ke Volendam. Sekitar waktu setempat, kami naik bus nomor 316 dari Amsterdam Centraal ke Volendam. Perjalanan memakan waktu sekitar 40 menit untuk sampai di Volendam. Amsterdam Centraal Bus no. 316 from Amsterdam Centraal to Volendam Berkunjung ke Belanda tidak lengkap rasanya jika tidak ke Volendam ini. Volendam merupakan desa nelayan kuno yang terletak di kotamadya Edam-Volendam, di provinsi North Holland, Belanda, 20km ke utara dari Amsterdam. Disini kita bisa menikmati indahnya pelabuhan, mengunjungi pabrik dan toko keju, belanja souvenirs, dan yang paling menariknya dan tidak boleh dilewatkan ialah berfoto memakai pakaian tradisional Belanda. The beauty of Volendam Sesampainya di Volendam, ada begitu banyak studio foto yang menawarkan jasa foto pakaian tradisional Belanda ini. Dari hasil research saya, photo studio yang recommended dan yang terkenal di kalangan orang Indonesia itu ialah Foto De Boer. Harganya ialah 42 Euro untuk 7 orang. Kalau mau tambah USB jadi ada softcopy nya juga itu tambah 5 Euro. Karena menurut kami softcopy itu sangat penting, kami pun bersedia untuk nambah 5 Euro lagi, jadi totalnya 47 Euro untuk 7 orang. Foto de Boer Pricelist Foto de Boer October 2017 Studio foto ini ada 4 lantai, dimana lantai ketiga nya ialah tempat untuk memilih kostum pria, dan lantai keempat nya ialah tempat untuk memilih kostum wanita sekaligus tempat foto studio nya juga. Ketika naik tangga, di dinding nya itu di pajang hasil foto yang sudah pernah foto di studio tersebut. Yang paling menarik ialah foto Ibu Megawati dan Pak Gusdur ada juga disitu! Mereka memakai baju tradisional Belanda dan berfoto di Foto De Boer ini. Foto Ibu Megawati dan Pak Gusdur beserta foto-foto lainnya yang dipajang di Foto de Boer. Dan bahkan disini ada tulisan dalam bahasa Indonesia, âHati-Hati Melangkahâ Tempat Foto Studio de Boer Pakaian tradisional Belanda ini sangat unik. Kami semua sekeluarga ketawa ngakak melihat satu sama lain memakai pakaian tradisional Belanda ini. Teman kami yang asli Belanda itu juga baru pertama kali nya memakai pakaian tradisional negara nya sendiri. Ia juga merasa agak aneh memakai pakaian tradisional tersebut. Karena ini foto keluarga, teman kami yang orang Belanda tersebut telah kami anggap sebagai anggota keluarga kami juga. What a precious and heart-warming moment! Weâre such a happy family ŸË⏠âHappy Family will change the worldâ Ÿâ˘â Foto studio di De Boer ini memang tidak mengecewakan. Pelayannya ramah, bahkan ia tak segan-segan mengijinkan kami untuk berfoto memakai kamera kami sendiri di luar foto yang telah ditetapkan, tapi ambil fotonya tidak boleh di area tempat foto nya ya. Hasil fotonya juga bagus. Ketika foto juga, mereka yang mengarahkan gayanya. Lalu menyuruh kami untuk bilang âCheers!â Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan menyusuri Volendam. Kami pun berhenti di salah satu pabrik keju di Volendam, yang bernama Cheese Factory Volendam. Di setiap toko keju pasti ada tester nya, dan saya langsung jatuh cinta sama keju yang ada di toko ini. Enaaaakkk banget! Kalau keju Belanda aku suka yang Smoked Cow Cheese nya. Aku juga beli Crispy Gouda Cheese nya disana, semacam biskuit keju Gouda gitu. Super Lekker! Strolling around Volendam Souvenir shops in Volendam And here it is! We found âCheese Factory Volendamâ, a recommended one in Volendam ŸËâ° This is Marken Express. So, from Volendam you can take ferry directly to Marken Typical houses in the Netherlands.. So pretty! And oh, they also put a Buddha statue in front of their house. This is so interesting ŸË⏠Love the typical houses in this flat country Setelah puas belanja Keju, kami pun melanjutkan perjalanan ke desa Edam. Dari Volendam ke Edam itu, kami naik bus 316 lagi dan memakan waktu sekitar 25 menit. Akhirnya sekitar kami pun sampai di desa Edam, yang merupakan desa penghasil keju Pada Abad Pertengahan, pasar keju di Edam merupakan pusat kegiatan masyarakat, dimana para petani membawa keju hasil buatan mereka untuk ditimbang, dijual dan kemudian diekspor ke seluruh dunia. Karena itulah, kami pun mengunjungi toko keju yang bernama Wijn&Kass disini. Karena sudah sore, kami harus segera pulang ke Amsterdam. Walaupun di Edam ini kami tidak sempat explore banyak, tapi saya mendapat kesan dari desa ini, yaitu tenang dan Dari Edam, kami naik Bus ke Amsterdam. Perjalanan memakan waktu sekitar 35-45 menit. Edam, a small and beautiful village in the Netherlands with the famous Edam Cheese Carriers Statue Sesampainya di Amsterdam, karena kami masih belum puas belanja keju, kami pun mencari toko keju lagi. Akhirnya kami menemukan toko keju bernama Amsterdam Cheese Deli, dan disinilah saya menemukan Truffle Cheese! Saya suka sekali dengan Truffle, begitu saya melihat ada Truffle Cheese, saya langsung excited untuk membelinya. Enjoying Amsterdam city Jadi ceritanya, saya lagi mau foto bus di Amsterdam, eh tau2nya ada bule yang mau ikut di foto juga bulenarsis, lalu papa saya juga jadi ikutan foto bareng si bule. LOL Amsterdam Cheese Deli Setelah itu, kami makan malam di sebuah restoran Indonesia yang bernama Aneka Rasa. Karena saya masih berasa kenyang banget gara-gara Pad Thai siang itu, saya pun tidak mau makan, hanya minum saja disini. Tapi keluarga saya sih makan, dan mereka bilang masakannya sih biasa saja, jauh lebih enak di Indonesia deh. Akhirnya sekitar waktu setempat kami pulang ke hotel. Dan itulah pengalaman singkat nan padat saya selama di Belanda.
Luar biasa86Sangat bagus77Rata-rata40Buruk6Sangat buruk12KeluargaPasanganIndividuBisnisTemanMar-MeiJun-AguSep-NovDes-FebSemua bahasaIndonesia 10Belanda 89Inggris 83Bahasa lainnya EddyoSBalikpapan, IndonesiaDiulas pada 29 Mei 2016 Kalau tidak berfoto dengan baju tradisional di Volendam seperti belum pergi ke Belanda. Foto ini wajib, dan rata rata 15 euro. pengalaman Maret 2016 Tanya EddyoS tentang Foto de Boer1 Terima kasih EddyoS Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap pada 21 Juni 2015 Wajib hukumnya apabila ke Belanda khususnya ke Volendam untuk berfoto dengan kostum tradisional belanda di Foto De Boer. Banyak foto orang terkenal dari Indonesia di Foto De Boer, dengan harga 15 Euro kita bisa menggunakan kostum belanda lengkap dengan sepatu klomnya dan berfoto serta mendapatkan print pengalaman Desember 2014Tanya Lena Y tentang Foto de BoerTerima kasih Lena Y Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap pada 26 Maret 2015 nah foto di sini juga bisa pakai pakaian adat belanda.. harga sama saja rata rata 15 euro untuk sekali foto sendiri.. di sini juga bisa foto sendiri di luar foto resmi studio.. ada sekitar 4 studio foto di Volendam yang menawarkan foto dengan pakaian khas pengalaman September 2014Tanya YayukSRY tentang Foto de Boer3 Terima kasih YayukSRY Ulasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap Creek, KanadaDiulas pada 30 September 2019 via perangkat selular Tanggal pengalaman September 2019 Tanya 532stanb tentang Foto de BoerUlasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap BelandaDiulas pada 27 September 2019 Tanggal pengalaman September 2019Tanya andischeef tentang Foto de BoerUlasan ini adalah opini subjektif dari anggota Tripadvisor, bukan dari Tripadvisor LLC. Tripadvisor melakukan pemeriksaan terhadap ulasan lainnya
Foto Menggunakan Pakaian Tradisional Belanda di Volendam Di Volendam Belanda, ada studio foto yang bernama Zwarthoed, yang berdiri sejak tahun 1920. Studio ini, spesialis foto yang menyediakan pakaian tradisional Belanda. Kita bisa pilih pakaian tradisional yang kita inginkan, yang paling banyak dipilih adalah pakaian tradisional Volendam, berupa celanjang panjang gombrang hitam dipadu dengan baju merah plus peci tinggi. Banyak juga peminatnya, foto di Studio ini, saya lihat di dalamnya terpampang banyak orang terkenal dari Indonesia, diantaranya dua mantan presiden yaitu Almarhum Abdurrahman Wahid Gusdur dan Megawati Soekarno Poetri, juga artis Maya Rumantir dan Ruth Sahanaya. Selain dari Indonesia, juga dipajang foto orang-orang terkenal dari seluruh penjuru dunia, salah satunya Ronaldo, pemain sepak bola Brazil. Oh yaa, harga fotonya cukup mahal, yaitu sekali jepret 8 euro atau kalau dikurskan sebesar Rp 96 ribu. Backdrop, bisa kita pilih ada berupa pemandangan seperti pinggir pantai atau di dalam khas rumah Belanda.
foto baju belanda di volendam